[oneshot] When They Hate Jonghyun (SHINee Jonghyun’s birthday fic)

Title: When They Hate Jonghyun

Author: Ai Lee

Casts: All SHINee Members

Genre: Friendship

Length: Ficlet

Rating: General

repost from my blog

——–

“SIAPA YANG MELAKUKAN  INI?!”

Ish, berisik sekali! Kutarik kembali selimutku hingga menutupi kepala, berusaha meredam suara teriakan dari kamar sebelah. Tapi suara langkah yang berlari semakin membuat ribut dorm pagi itu. Mungkin saus yang tumpah atau gelas pecah, biarkan sajalah, begitu pikirku sambil berencana melanjutkan tidur yang sempat terganggu. Tapi suara teriakan Key kembali membangunkanku.

“JONGHYUN HYUNG!!!”

Ada apa, sih?! Aku bangkit dari tidurku dengan malas. Kuedarkan pandangan ke sekeliling kamar. Minho dan Taemin sudah tidak ada di tempat tidur mereka. Pasti sudah mencari Key karena keributan tadi. Aku menyeret langkah menuju kamar Key dan Jonghyun. Semuanya sudah berada disana, kecuali Jonghyun.

Key mengacak rambutnya frustasi. Aku mendongak, melihatnya sedang memegangi blazer putih dengan noda bekas tumpahan kopi diatasnya. Aku ingat, blazer itu dibeli Key beberapa waktu lalu saat kami ke Paris. Blazer yang belum sempat dipakainya, sekarang seperti sudah tidak layak pakai.

“Mungkin, hyung yang tidak sengaja menumpahinya, tapi hyung lupa.” ucap Taemin tiba-tiba. Aku memandangi Taemin dan Key bergantian.

“Aku?!” sahut Key tidak percaya dengan pendapat Taemin. “Ya! Kalaupun aku yang menumpahkannya, aku pasti sudah membersihkannya tanpa ada bekas lagi!”

“Tapi itu ‘kan, mungkin saja.” sambung Minho membela Taemin.

“Kalian ini berpihak pada siapa, sih? Satu-satunya yang sering minum kopi di sini itu Jonghyun hyung!” sanggah Key tidak mau kalah. Wajahnya sudah memerah karena marah.

“Lalu, dimana Jonghyun sekarang?” tanyaku yang akhirnya membuka mulut.

Belum sempat salah satu dari mereka menjawab pertanyaanku, orang yang kami bicarakan tiba-tiba muncul diambang pintu dengan handuk di bahunya. Jonghyun yang baru saja mandi terlihat bingung dengan situasi asing di kamarnya. Ia memperhatikan setiap wajah kami bergantian, kemudian  pandangannya beralih ke blazer putih-dengan-noda-kopi milik Key.

“Oh!” seakan menyadari sesuatu, Jonghyun menunjuk blazer itu dengan kaget. “Aku baru saja ingin menaruhnya di binatu pagi ini.”

Key mendengus lalu tersenyum mengejek. “Lihat, si pelaku akhirnya mengaku sendiri ‘kan?”

Jonghyun terkekeh pelan. “Maaf. Sini, biar kubawa blazermu sekarang.”

Key menatap Jonghyun dengan tatapan kapan-orang-ini-sadar-kesalahannya, kemudian melempar blazer miliknya tepat di wajah Jonghyun.

“Lupakan saja,” desisnya sambil membanting pintu kamar.

Suasana semakin tegang karena tidak ada salah satu dari kami yang berani bicara. Jonghyun menatap blazer itu lalu memandangi Minho, Taemin, dan aku bergantian.

“Kenapa dia semarah itu?” tanyanya pada kami.

Minho mengangkat bahu lalu keluar dari kamar di ikuti Taemin di belakangnya. Jonghyun beralih meratapku. Aku hanya mengangkat bahu. Jonghyun memandangi blazer itu lagi.

“Ah, dia belum pernah memakainya, ya?”

*

Schedule kami untuk rekaman di Mnet Wide baru saja berakhir. Aku buru-buru menyambar tisu untuk mengelap keringat yang terus mengalir. Ruangan ini sudah ber-AC, tapi kenapa masih terasa panas?!

Aku duduk di sofa sambil memandangi sekeliling. Para staff dari Mnet sibuk merapikan tempat setelah kami melakukan rekaman yang akan ditayangkan beberapa hari lagi. Aku melihat Key yang sekarang sibuk dengan Minho dan ponsel mereka. Apa dia masih marah pada Jonghyun? pikirku.

Sedangkan Jonghyun yang tadinya hanya sendirian, sekarang sudah bersama Taemin dan mereka menyibukkan diri dengan obrolan tentang schedule hari ini. Aku memperhatikan mereka dengan tisu yang sengaja kutempelkan di dahi. Dua orang itu mengobrol tanpa henti hingga Jonghyun mengeluarkan sesuatu dari tasnya.

“Oh!” Taemin berseru. “Sepertinya aku kenal itu!”

Jonghyun tertawa. “Kau selalu bilang itu setiap melihat banana milk.”

Taemin tidak menjawab. Ia menatap Jonghyun yang mulai menyeruput banana milk-nya dengan bingung. Jonghyun yang kelihatan menyadari tatapan Taemin lalu buru-buru menghabiskan susu cair kemasan itu.

“Kenapa?” tanya Jonghyun.

“Sebentar,” gumam Taemin dan langsung merebut kemasan yang sudah kosong itu. “Sudah kuduga! Hyung kenapa mengambil punyaku?!”

“Punyamu?” ulang Jonghyun. “Memangnya ini punyamu?”

Hyung mengambilnya di lemari pendingin dorm, bukan?” tuduh Taemin dengan wajah yang terlihat kesal sekali. “Itu punyaku! Lihat, ada namanya dibawah sini!”

Aku mengangkat kepala saat melihat Jonghyun dan Taemin yang kelihatannya tidak memiliki atmosfer tenang seperti tadi. Jonghyun membalikkan kemasan banana milk itu kemudian menganga. Ia berbalik menatap Taemin yang sudah kesal dengan kelakuannya.

Hyung, ini banana milk-ku yang terakhir, tahu!” seru Taemin. “Ah, padahal aku berencana meminumnya setelah rekaman Immortal Song nanti!”

Jonghyun meringis sambil mengelus tengkuknya, bingung. “Maaf, oke? Aku akan membelikanmu lagi nanti.”

Taemin beranjak dari tempat duduknya sambil menatap Jonghyun sebentar. “Tidak perlu.”

Maknae itu berjalan pergi keluar studio. Pandanganku kembali kearah Jonghyun yang sedang menatap kemasan susu kosong itu dengan menyesal. Hari ini, sudah terhitung dua orang yang dibuat kesal olehnya.

*

Hyung!”

Aku menoleh saat Jonghyun memanggil sambil menepuk bahuku. Kami sedang menunggu van di depan gedung MBC. Key bilang ia ingin ke Daegu karena sedang tidak ada schedule. Taemin harus rekaman Immortal Song, sedangkan Minho sedang bersama Manager Hyung membawa van ke tempatku dan Jonghyun.

Hyung, menurutmu kapan kita ke Paris lagi?” tanya Jonghyun tiba-tiba.

Aku menoleh, menatapnya bingung. “Huh?”

“Apa setelah mengurus schedule di Jepang, kita akan mengadakan acara di Paris?” Jonghyun bertanya lagi sebelum aku sempat menjawab pertanyaan pertama. Ia memainkan kakinya sambil menatap ujung sepatunya sendiri. “Tentang blazer Key. Kau tahu sendiri, bagaimana pakaiannya lebih berharga dari apapun.”

Aku mengangguk-angguk mengerti. “Coba saja pergi sendiri untuk membelikannya blazer yang lain. Mungkin saja di Jepang ada yang menarik perhatiannya.”

“Begitu, ya?” gumam Jonghyun.

Pembicaraan kami berhenti ketika van tiba di hadapan kami. Minho membukakan pintu belakang tanpa mengalihkan pandangan dari ponselnya. Pasti sedang melanjutkan game yang baru di download-nya.

Aku masuk ke dalam van dan duduk di belakang kemudian di susul Jonghyun yang juga hendak ke belakang. Tapi tidak sengaja, Jonghyun menyenggol tangan Minho hingga ponsel yang dipegangnya terjatuh.

“Akh!” Minho mengumpat dan buru-buru mengambil ponselnya. Ia meringis sambil memperhatikan tidak ada yang cacat disana. “Aish… harus kuulang lagi!”

Jonghyun memandangi Minho dari luar van dengan tatapan bersalah. “Maaf, aku tidak sengaja tadi—”

“Ah, sudahlah, hyung duduk di depan saja!” Tanpa menunggu perkataan Jonghyun lagi, Minho langsung menutup pintu van. Mau tidak mau, Jonghyun akhirnya duduk di depan, di samping supir.

Aku memandang keluar jendela. Atmosfer ini kembali terasa, saat Key dan Taemin marah pada Jonghyun. Ada apa dengan mereka? Atau memang hari ini hari sial Jonghyun?

*

Minho turun di depan gedung SBS untuk rekaman Starking. Hari ini memang hanya aku dan Jonghyun yang tidak ada acara. Pergi ke luar pun sedang malas. Akibat keributan tadi pagi, aku rasa aku butuh tidur yang lebih hari ini.

Hyung, sebelum sampai di dorm, bagaimana kalau kita beli camilan dulu?” usul Jonghyun bersemangat. “Karena lemari sudah kosong, berarti kita harus beli banyak nanti.”

“Boleh saja,” jawabku. “Tapi kau yang bayar ‘kan?”

Jonghyun terdiam sejenak lalu mencari-cari dompet di sakunya. Aku tertawa melihat wajah paniknya karena takut tidak membawa uang.

“Ya, ya, duduklah yang benar. Kau mengganggu konsentrasi Hyung.” suruhku agar Jonghyun kembali menghadap ke depan. “Kau ini, seperti aku tidak bawa dompet saja.”

Jonghyun langsung menoleh. Ia nyengir lebar karena tidak jadi membayar untuk camilan kami nanti. Aku baru saja akan mengeluarkan dompetku, melihat berapa uang yang kubawa, saat ponselku bergetar. Nama Leeteuk Hyung terpampang di caller ID.

“Ya, hyung?” ucapku saat menjawab teleponnya.

“Oh, Jinki-ya. Kau tidak lupa dengan janjimu hari ini, bukan?” tanya Leeteuk Hyung tanpa basa-basi di seberang telepon.

Dahiku berkerut mendengar pertanyaannya barusan. Janji?

…astaga!

Terdengar suara ringisan Leeteuk hyung dari seberang telepon. “Lupa, ya?”

“Astaga! Maaf, hyung! Aku akan kesana sekarang,” sahutku cepat-cepat sebelum ia mulai menceramahiku agar tidak melupakan janji yang kubuat sendiri.

Ekor mataku tiba-tiba menangkap Jonghyun yang sedang menoleh padaku. Wajahnya terlihat ingin tahu apa yang kami bicarakan di telepon. Setelah Leeteuk hyung akhirnya mau menunggu sebentar hingga aku sampai di dorm Super Junior, aku balik menatap Jonghyun tanpa bisa menyembunyikan rasa bersalah.

“Leeteuk hyung?” tanya Jonghyun.

Aku mengangguk. “Maaf, sepertinya aku tidak bisa menemanimu di dorm hari ini.”

Jonghyun menatapku datar tanpa mengatakan apa-apa, membuatku semakin bersalah.

“Tidak apa-apa. Aku akan jalan-jalan saja nanti,” kata Jonghyun akhirnya lalu kembali duduk dengan menghadap ke depan.

*

Sore itu, Leeteuk hyung sedang duduk dengan malas di sofa depan televisi sambil mengganti-ganti channel, mencari saluran yang menarik. Ia melirikku saat sadar aku sudah duduk di sebelahnya. Kuedarkan pandangan sekeliling dorm yang cenderung sepi dari biasanya.

Hyung sedang tidak ada schedule?” tanyaku.

Leeteuk hyung menggeleng. “Untuk hari ini sudah selesai. Aku lelah.”

Aku mengangguk-angguk mengerti. Tiba-tiba, Leeteuk hyung melompat dari duduknya kemudian berlari ke kamarnya. Aku memandangnya heran saat ia kembali membawa beberapa lembar kertas lalu menyodorkannya padaku.

“Aku baru membuatnya sedikit. Tolong bantu aku mengaransemennya, ya?” Leeteuk hyung memasang senyum termanisnya saat aku baru menerima kertas itu dari tangannya.

Leeteuk hyung duduk di sampingku, menunggu komentarku terhadap lirik lagu yang ditulisnya. “Kalau ini, hyung minta tolong pada Jonghyun saja.”

“Jonghyun, ya….” gumam Leeteuk hyung lalu membaca ulang tulisannya. “Ah, iya, kapan acara ulangtahun anak itu?”

Huh?” aku menoleh padanya, bingung. Anak itu, siapa?

“Jonghyun. Hari ini ulangtahunnya, bukan?” Leeteuk hyung malah balik bertanya, memastikan. “Menurutmu, hari apa dirayakannya?”

Spontan, aku langsung melompat dari tempat dudukku dan menyambar kalender yang digantung di dinding ruangan itu. Tanggal delapan April.

Astaga…

Hyung! Besok saja kita bicarakan lagi, ya? Aku harus pergi sekarang!” tanpa menunggu jawaban dari Leeteuk hyung, aku langsung berlari keluar dorm.

Aku tidak peduli dengan orang-orang yang memperhatikanku berlari selama perjalanan kembali ke dorm SHINee. Bahkan kakiku yang terasa pegal pun tidak kupikirkan sama sekali. Hanya satu yang ada di kepalaku sekarang: bagaimana bisa aku melupakan hari ulangtahun si berisik Jonghyun?!

PYAAAR!

Aku nyaris membentur tembok saat mendengar suara petasan di depan wajahku. Semua orang—Key, Minho, dan Taemin—tersenyum senang, tapi langsung berubah menjadi muram di detik selanjutnya. Aku memperhatikan sekeliling. Ada balon dan pernak-pernik ulangtahun. Bahkan mereka memakai topi ulangtahun.

Jadi, hanya aku yang melupakannya?

“Ah, kenapa hyung tidak bersama Jonghyun hyung?!” omel Key, kesal.

Aku semakin bingung. “Jonghyun belum pulang?”

“Kami pikir, hyung bersamanya sejak pulang rekaman tadi,” sahut Minho. “Apa dia bermain dengan Hongki hyung, ya?”

Aku mengangkat bahu karena tidak bisa memikirkan kemungkinan kemana perginya Jonghyun. Ia bilang akan jalan-jalan dulu sebelum pulang ke dorm. Apa Jonghyun sakit hati karena sudah di marahi seharian dengan yang lain? Ah, tidak mungkin.

“Aku pulang,”

Kami semua menoleh ke arah pintu yang baru saja terbuka. Jonghyun masuk ke dalam dorm dan memperhatikan yang lain dengan tatapan aneh. Taemin langsung berlari ke meja dan langsung meledakan petasan di antara kami.

PYAAAR!

Jonghyun terlonjak dengan wajah yang masih kebingungan. Key langsung menghampiri Jonghyun dengan kue yang sudah ada di tangannya, entah sejak kapan.

Saengil chukhahamnida… saengil chukhahamnida… saranghaneun Jonghyunie hyung… saengil chukhahamnida!!!

Refleks, Jonghyun menutup mulutnya yang terbuka dengan sebelah tangan. Matanya tersenyum dan kemudian ia tertawa sendiri sementara yang lain bertepuk tangan untuknya.

“Astaga, aku lupa hari ini ulangtahunku!” serunya di tengah-tengah tawa. “Ya, Kim Kibum! Aku kira kau benar-benar marah, tahu!”

“Karena aku bisa akting, makanya mereka memilihku untuk ikut musikal,” sahut Key sombong. “Lagipula, mana mungkin aku menaruh blazer itu sembarangan. Itu imitasi, hyung!”

“Astaga…” Jonghyun meringis sambil mengusap wajahnya sendiri. Kemudian ia menoleh cepat pada Taemin dan Minho. “Kalian juga sengaja, ya?!”

“Aku iya, tapi Minho hyung tidak,” jawab Taemin sambil nyengir lebar. “Aku memang sengaja memberi nama di banana milk yang hyung minum.”

“Dan, segampang itu hyung percaya pada Taemin?”

Minho menatap Jonghyun tidak percaya kemudian mereka langsung tergelak melihat wajah marah Jonghyun. Jonghyun langsung berteriak kesal. Lalu ia menoleh ke arahku. “Hyung juga?”

“Aku tidak tahu apa-apa!” sanggahku cepat.

“Kalau kita memberi tahu Onew hyung dia pasti membocorkan rencana nanti,” sambung Key. Ia mencolek krim dari kue Jonghyun lalu ‘mengelus’ pipi hyung-nya itu. “Makanya, sekarang ayo makan saja kuenya.”

YAAA!!!

Aku terkekeh sambil mendorong Jonghyun agar cepat masuk ke dalam dorm. Keterlaluan kalau sampai ada yang benar-benar lupa dengan ulangtahun si berisik, Kim Jonghyun. Artinya, aku hampir masuk ke dalam kategori ‘keterlaluan’ itu.

——–

Annyeong~ Kependekan? Telat Post? Well, masih bulan April jadi ga ada kata telat dong ;p /alesan/ special for his birthday, happy birthday our sexiest dino eveeer!!! #jjong23blingday

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s