[1shot] Notes

Notes

© Ai Lee’s Storyline, 2012

Casts: 
Gong Chan Shik (B1A4), Han Eun Joo (OC), and the others.
Genre: 
Fluff, School
Length: 
Ficlet (994 words)
Rating: 
General
repost from my blog
o0o
Hari ini dia datang pagi sekali. Tapi langsung tertidur di bangkunya. Astaga, dia juga mengganti gaya rambutnya!
o0o
Eun Joo memasukkan catatannya ke dalam laci meja saat beberapa siswa kelasnya masuk. Park Hye Ra—teman sebangku Eun Joo—langsung berlari menghampirinya dengan riang kemudian menceritakan apa yang baru dibelikan Ayahnya sebagai hadiah ulangtahunnya kemarin.

Sambil terus tersenyum mendengarkan cerita Hye Ra, Eun Joo melirik sekilas bangku yang berada di dekat jendela kelas. Siswa bertubuh kurus-jangkung sedang merenggangkan otot-ototnya yang kaku. Ia bangkit dari tempat duduknya dan menghampiri teman-temannya, ikut mengobrol dengan mereka.

Gerakan kecil yang sederhana tapi bisa membuat Eun Joo tersenyum sepanjang hati.

o0o
Lagi-lagi mendapat nilai tertinggi di pelajaran matematika. Pintar, tampan. Apa, sih, kekurangannya?
o0o
“Nilai terbaik yang kedua… Han Eun Joo.”

Ne (ya)!” Sontak Eun Joo berdiri saat mendengar namanya dipanggil dan menimbulkan suara bising akibat kursi dan meja yang berbenturan.

Beberapa anak terkekeh karena sikap spontan Eun Joo. Eun Joo sendiri merasa sangat malu hingga bingung harus menanggapainya bagaimana. Tiba-tiba ekor matanya menangkan sosok Gong Chan Shik yang ikut memperhatikannya sambil tersenyum geli.

Tanpa Eun Joo sadari, ia ikut tersenyum saat melihatnya.

o0o
Dimana ya, rumahnya? Kalau menanyakan pada temannya pasti akan timbul gosip. Kalau kuikuti saat dia pulang, bagaimana, ya?
o0o
Eun Joo menghentikan langkahnya saat langkah Gong Chan berhenti. Gong Chan berbalik dan berdecak karena dugaannya sedang diikuti memang benar. Eun Joo mengambil satu langkah ke belakang. Tapi sebelum sempat ia kabur, Gong Chan sudah memanggil namanya.

“Han Eun Joo,” panggil Gong Chan. “Ada yang ingin kau katakan padaku?”

Sial, mati aku!

A-ani (tidak)!” sanggah Eun Joo cepat. “Aku memang… memang pulang ke arah sini.”

Jinjja (benarkah)?” selidik Gong Chan. Eun Joo mengangguk mantap walaupun di dalam dirinya tetap mengingatkan ia kalau sedang berbohong. Gong Chan mengulum senyum lalu berlari mendekati Eun Joo. “Kalau begitu, pulang bersama saja! Kau jadi seperti anak anjing kalau berjalan di belakangku seperti tadi.”

Eun Joo terkesiap. Seorang Gong Chan Shik mengajaknya pulang bersama, mimpi apa ini?! sepersekian detik kemudian, ia menemukan dirinya kembali. Eun Joo mengangguk, mengiyakan tawaran Gong Chan.

o0o
Aku melihatnya baru selesai menelepon seseorang kemudian air mata membasahi pipinya. Ia menangis, tapi tetap tersenyum.
o0o

Sebelah tangan Eun Joo memeluk erat buku berwarna jingga dengan pulpen yang terselip di sana. Setelah menimbang-nimbang, Eun Joo akhirnya menghampiri Gong Chan yang masih duduk di halte bus sore itu. Gong Chan tersentak kaget saat menyadari Eun Joo ada di depannya. Ia memaksakan tersenyum tipis pada Eun Joo.

“Jangan katakan pada siapa-siapa, ya,” katanya.

Eun Joo memiringkan kepalanya, bingung. “Kau… sedang ada masalah?”

Gong Chan mengangguk pelan. “Adikku baru saja dicabut gigi geraham terakhirnya. Aku senang karena dia tidak akan kesakitan lagi. Saking senangnya hingga menangis.” Gong Chan mengacak rambutnya pelan lalu tertawa sendiri. Tapi Eun Joo sama sekali tidak merasa itu hal yang lucu. Ia terlalu sibuk memperhatikan ekspresi yang tidak pernah Gong Chan perlihatkan di sekolah. “Bodoh sekali, ya?” ucap Gong Chan karena tidak mendapat respon dari Eun Joo. “Kalau mau tertawa, lakukan saja.”

Eun Joo buru-buru menggeleng. “Menurutku… menurutku kau kakak yang baik, karena sangat memedulikan adikmu.”

o0o
Besok lusa kami ujian semester. Kuharap kali ini aku bisa satu ruangan ujian dengannya ^^
o0o

Banyak yang khawatir saat Seongsaenim akan membacakan nama-nama siswa dan tempat ujian mereka. Tidak heran, karena sebagian besar siswa ingin bersama sahabat mereka, saat ujian sekalipun.

Bukannya mendengarkan pengumuman pembagian ruang ujian, Eun Joo malah asyik menggambar siluet Gong Chan yang terkena sinar matahari di buku catatannya. Sesekali ia tersenyum kecil sambil terus melirik Gong Chan yang berjarak enam bangku di sebelahnya.

“Baiklah, jadi nama siswa yang akan ujian di ruang empat adalah Gong Chan Shik, Han Eun Joo, Lee Young Mi—”

Eun Joo menoleh saat seseorang membisikkan namanya. Gong Chan melambaikan tangan pada Eun Joo lalu mengacungkan jari telunjuknya sambil berkata ‘kita satu ruangan!’ tanpa suara.

E-eh?!

o0o
Sudah hampir seminggu, ya? Baiklah, waktuku hanya sedikit (karena bisa gawat kalau dia tahu aku sedang menulis ^^”) aku akan menceritakan semuanya dengan singkat. Seminggu terakhir adalah minggu yang berat! Sebagian dari diriku tidak bisa konsetrasi untuk ujian karena Gong Chan Shik duduk tepat di depanku! Astaga, bayangkan! Dan hari ini, Chan Shik—
o0o

Belum sempat Eun Joo menulis catatannya, buku bersampul jingga itu sudah ditarik seseorang. Ia menganga saat menyadari siapa yang baru mengambil buku itu dari tangannya. Gong Chan Shik.

Mwoya ige (apa ini)?” gumam Gong Chan sambil menjilati es krim rasa vanilla di sebelah tangannya.

A-andwe (jangan)!” sahut Eun Joo panik. Ia berjinjit, berusaha meraih buku yang sengaja diacungkan tinggi-tinggi oleh Gong Chan. “Jangan dibaca!”

Ya, kau menulis namaku?” Gong Chan semakin meninggikan buku Eun Joo dan membacanya dengan kepala menengadah. “Karena Gong Chan Shik—”

Belum sempat membacakan seluruh tulisan Eun Joo, Gong Chan terdiam. Eun Joo merasa wajahnya semakin memanas. Ia segera menunduk, menunggu agar Gong Chan tidak memberikan respon buruk.

Tapi tanpa Eun Joo sadari, wajah Gong Chan juga ikut memerah. Ia tidak pernah berpikir kalau selama ini Eun Joo menulis tentangnya. Hanya tentangnya! Astaga, ia sering dipuji sebagai siswa berbakat, tapi kenapa hal seperti ini saja ia tidak menyadarinya?!

Gong Chan berdeham, berusaha mencairkan suasana diantara mereka. “Kau tahu, menjadi stalker itu termasuk perbuatan kriminal disini?”

Ne?” Eun Joo mendongak, tidak percaya apa yang baru didengarnya.

“Ini adalah bukti kau itu stalker,” jelas Gong Chan sambil mengacungkan buku Eun Joo. “Kalau begitu, buku ini kusita sampai besok!”

“Jangan! Kembalikan!” Eun Joo berlari mengejar Gong Chan yang meninggalkannya. “Ya, Gong Chan Shik!”

Langkah Gong Chan tiba-tiba terhenti, membuat Eun Joo refleks menabrak punggung Gong Chan. Gong Chan meraih tangan Eun Joo, menuntunnya untuk jalan bersama. “Hari ini kencan pertama kita. Kau tidak boleh melakukan apapun selain denganku!” tegas Gong Chan.

Eun Joo tertegun memperhatikan Gong Chan yang sibuk memperhatikan jalan mereka ke tengah-tengah Lotte World.

Gong Chan melirik Eun Joo sekilas dan langsung mengalihkan pandangannya lagi. “Arasseo (mengerti)?”

Sebuah anggukan dari Eun Joo dan genggaman tangan Gong Chan yang semakin erat, membuat dua orang itu merasa ada sesuatu yang hangat menyelimuti mereka.

12.05.12
11.11 pm
——————————————————————

Akhirnya selesai juga fanfic Gong Chan~ Ga jelas ya? Yeah, biarin aja teacher ini dengan dunianya sendiri(?) yang bingung endingnya, boleh nanya sini :] Selanjutnya mungkin aku bakal nyelesaiin Last Chapter-nya Next To You… apa bikin fanfic Mir dulu ya~~?
Okay, just look forward it! ^^

Don’t be lazy student, got it? ;))

Advertisements

2 thoughts on “[1shot] Notes

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s