[1shot] 아이스크림 (Ice Cream)

Ice Cream

© Ai Lee’s Storyline, 2012

Casts:
Park Hye Ra (OC), Bang Cheol Yong (MBLAQ Mir)
Genre:
Fluff, School
Length: 
Ficlet (750 words)
Rating:
General
o0o

“…Hye Ra-ya.”

“Eung?”

“Kalau sudah besar nanti, kau harus menikah denganku, ya!”

o0o


Hye Ra tersadar sendiri dari lamunanya. Memori dua belas tahun lalu tiba-tiba melintas di kepalanya. Kenangan dengan laki-laki yang kini berada di seberang jalan—tepatnya di counter es krim—melamarnya saat umur mereka masih lima tahun. Hye Ra mengulum senyum, membandingkan bocah bernama Cheol Yong dengan Bang Cheol Yong yang berumur tujuh belas tahun sekarang. Tidak ada bedanya, pikir Hye Ra.

Dia masih suka berteriak dan tertawa seperti dulu.

Ekor mata Hye Ra tiba-tiba menangkap selembar kertas di sebelahnya. Ia mengambil kertas itu. Penasaran dengan isinya, Hye Ra pun memutuskan untuk membacanya.


Hye Ra-ya, annyeong!

Kebetulan yang aneh ya. Kita bisa bertemu lagi setelah dua belas tahun. Apa ini yang mereka sebut takdir? Hahaha… aku tidak percaya seperti itu, tapi kebetulan ini memang sangat aneh, benar ‘kan?

Hye Ra-ya, selama dua belas tahun ini kau tumbuh menjadi gadis yang cantik, sungguh! Apa kau akan berpikir aku seperti ahjussi mesum saat membaca ini? Kuharap tidak, karena aku sedang tidak berbohong.

Aku tidak pandai merangkai kata-kata, jadi kupersingkat saja. Kau ingat janji kita dulu, sebelum kau memutuskan pindah dari Jang Seong ke Seoul? Janji kalau kita akan menikah saat sudah besar nanti, ingat? Aku tahu, kau tidak ingin menikah muda. Ditambah lagi, kita masih sekolah. Tapi, bisakah kalau kita memulainya dari awal yang sederhana. Aku menulis ini, karena aku serius.

Maukah kau berkencan denganku?


“Hye Ra-ya!”

Hye Ra tersontak kaget. Ia buru-buru mengangkat kepalanya dan mendapati Cheol Yong yang berlari menyebrangi jalan ke arahnya sambil membawa dua cone es krim di tangannya. Ia tersenyum lebar lalu menyodorkan es krim rasa choco-mint pada Hye Ra.

“Hari ini kita mau kemana?” tanya Cheol Yong. “Sudah lama tidak bertemu, berarti kita harus jalan-jalan sampai malam!”

“Cheol Yong-ah,” ucap Hye Ra tanpa mengubris ocehan Cheol Yong. Cheol Yong menoleh pada Hye Ra yang memperlihatkan selembar kertas padanya. “Ini… punyamu?”

Tiga detik, mereka terdiam. Ada perasaan aneh saat Cheol Yong melihat kertas itu. Ia menerima kertas yang dilipat rapi tersebut dari tangan Hye Ra lalu membacanya.

Sesaat kemudian, Cheol Yong berteriak. “AAAAAAHHH!!!”

Ia menoleh cepat pada Hye Ra. Wajah gadis itu bersemu, tapi Cheol Yong yakin wajahnya lebih merah lagi. “Neo bwassji (kau melihatnya)?!”

Hye Ra mengangguk pelan tapi hal itu malah membuat Cheol Yong semakin histeris. “Aaaah! Ya, kau seharusnya tidak membaca ini!” seru Cheol Yong. Perasaannya kini bercampur aduk, antara malu, malu, dan malu. “Kenapa bisa keluar dari sakuku? Astaga! Seharusnya kau membacanya saat aku sudah mengantarmu pulang nanti. Ya, Park Hye Ra! Membaca surat cinta seseorang itu tindakan kriminal—”

Mata Hye Ra membulat saat mendengar kalimat terakhir Cheol Yong yang bahkan belum sempat diselesaikannya. Cheol Yong membekap mulutnya sambil mengutuki dirinya sendiri dan mulut besarnya.

Kecanggungan kembali menyelimuti mereka. Cheol Yong mendesah, kesal pada dirinya sendiri yang sudah menghancurkan rencananya sejak beberapa hari yang lalu—saat ia bertemu dengan Hye Ra kembali.

Hye Ra bangkit dari duduknya lalu berdiri di depan Cheol Yong. “Ya, Bang Cheol Yong.”

Cheol Yong mengangkat kepalanya, menatap Hye Ra yang mengambil kertas—atau surat cinta—milik Cheol Yong. Cheol Yong sudah tidak bisa menahan Hye Ra lagi. Ia sudah membacanya, apalagi yang bisa di sembunyikannya? Sekarang, ia hanya harus menunggu jawaban Hye Ra.

“Jadi…” Hye Ra bergumam, membuat Cheol Yong menjadi gugup sendiri. Laki-laki itu menarik nafas pelan, menunggu kata-kata Hye Ra selanjutnya. “Hari ini akan jadi kencan pertama kita?”

Cheol Yong terbelak. Ia tidak percaya apa yang baru saja di dengarnya. Cheo Yong langsung menggenggam tangan Hye Ra sambil berteriak senang.

Jinjja (benarkah)?!” seru Cheol Yong tidak percaya. “Maksudku, kau mau? Tidak bohong, ‘kan?”

Hye Ra merasakan wajahnya menghangat, tapi ia tetap berusaha mengangguk untuk mengiyakan pertanyaan Cheol Yong. Cheol Yong kembali berteriak dan hampir membuang es krimnya sendiri kalau Hye Ra belum memegangi tangan Cheol Yong agar ia kembali tenang.

“Astaga, aku tidak percaya! Aku tidak percaya akhirnya mendapatkan jawabanmu setelah dua belas tahun!” seru Cheol Yong girang sambil tertawa sendiri karena malu. “Ah, matta (benar)! Kalau begitu, kita harus cepat! Eomonim hanya memberiku waktu sampai jam delapan malam.”

Sambil ikut berlari mengikuti langkah Cheol Yong yang tiba-tiba melesat ke arah halte bus, Hye Ra segera menarik tangan Cheol Yong yang masih menggenggam tangannya. “J-jamkkan (tunggu)!”

Cheol Yong berhenti, lalu menoleh pada Hye Ra. “Wae (kenapa)? Kita tidak ada waktu lagi!”

Ani (tidak)… tapi kapan kau meminta izin Eomma?”

Mendengar pertanyaan Hye Ra, Cheol Yong justru tersenyum lebar sambil memamerkan gigi-giginya kemudian kembali mengajak Hye Ra berlari lagi.

“Tidak akan kuberitahu!”

YAAAAA!!!”

– Fin –

Haloooo~~ Teacher Ai balik dengan fanfic singkat lainnya :3 Bener kan, aku pasti bawa Mir sekarang huehue /nenteng Mir/ Mungkin ini bakal jadi preview dikit buat fanfic Mir selanjutnya. Gimana fanficnya? Tunggu aja ya, soalnya belum aku tulis xD Semoga fanfic gaje ini disukain dan jangan lupa review buatku yaa~ 8D

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s