[drabble] Nagging

Nagging Poster

 

Title: Nagging
Author: Ai Lee
Cast(s): Kim Jonghyun (SHINee), Han Hyesoo (OC)
Length: Drabblle (700 words)
Genre: Romance, Fluff
Rating: PG+15
Disclaimer: I OWN the storyline, artwork, and Han Hyesoo. But, I DO NOT OWN Kim Jonghyun. He belongs to himself. So, please, don’t sue me.
A/n: Drabble ini jadi gara-gara mimpi yang ngebuat aku bangun jam tiga pagi dan langsung ngegalau di twitter. “Dino-ya, why you did it to me ㅠ ㅠ”. Wae so random muhahaha! OK, enjoy~

Hyesoo berlari kecil ke arah laki-laki yang sedang berbaring dibawah payung bergaris hijau-putih mereka. Ia duduk di samping laki-laki itu lalu membuka kaleng minuman yang baru ia beli. Hyesoo melirik kekasihnya itu yang sibuk menutupi matanya dengan punggung lengan. Hari itu memang sangat panas, tapi menurut Hyesoo, itu adalah cuaca yang tepat untuk ke pantai. Saking gembiranya Hyesoo karena dapat berlibur ke pantai saat musim panas membuatnya lupa kalau kekasihnya itu benci musim panas.

“Minum?” tawar Hyesoo pada Jonghyun yang tidak juga bangun dari tidurnya.

Jonghyun menyingkirkan lengannya lalu menoleh pada Hyesoo. Gadis itu sedang asik dengan jus jeruknya, sedangkan Jonghyun hampir gila dibawah terik sinar matahari siang itu. Ia heran, kenapa gadisnya ini suka sekali musim panas dan pantai.

Aeinie,” panggil Jonghyun sambil membenarkan posisi duduknya. Ia meraih pinggang Hyesoo, membuat gadis itu sontak menoleh. “Aku haus.”

Dengan agak bingung, Hyesoo mengambil sekaleng soda yang belum dibuka dan menyodorkannya pada Jonghyun. “Ini.”

“Bukan itu,” Jonghyun menggeser kaleng soda itu dari hadapannya. Ia menarik dagu Hyesoo sambil menyeringai. “Tapi ini.”

Hyesoo melotot. Belum sempat ia mendorong Jonghyun untuk menjauh, tapi laki-laki itu sudah lebih dulu memangut bibir Hyesoo. Hyesoo berusaha mendorong Jonghyun, tapi dirinyalah yang justru dipojokkan oleh Jonghyun. Jonghyun terus melumat bibir Hyesoo seperti orang kehausan. Bahkan Hyesoo sampai lupa caranya bernafas. Ia terus berusaha mendorong Jonghyun, tapi laki-laki itu seperti kehilangan akal sehatnya. Ia tidak mau melepaskan Hyesoo sedetikpun.

Beberapa pengunjung pantai yang melewati mereka sibuk berbisik-bisik, menyindir pasangan itu. Hyesoo bisa merasakan tatapan-tatapan aneh yang mengarah padanya. Ia sadar, ciuman memang hal biasa untuk pasangan. Tapi, tidak jika dilakukan di tempat umum.

“Jjong… sss-stop!”

Jonghyun tidak merespon, justru melakukannya dengan lebih bersemangat.

Y-ya! Kim… J-Jonghyun… STOP IT!!!” Setelah merasa tangan Jonghyun melemah, akhirnya Hyesoo berhasil mendorongnya menjauh. Jonghyun terkesiap. Ia kaget karena tiba-tiba Hyesoo mendorongnya. Tapi ia lebih kaget karena tidak sadar dengan apa yang baru ia lakukan.

Baru saja Jonghyun ingin memanggil Hyesoo, tapi gadis itu sudah meninggalkannya tanpa sepatah katapun.

*

Jonghyun baru saja keluar dari kamar mandi saat Hyesoo keluar dari kamarnya. Mereka menginap di villa yang sama, lebih tepatnya villa milik keluarga Jonghyun. Karena bukan pertama kalinya mereka menginap di villa berdua saja—dengan beberapa pelayan—Hyesoo tidak terlalu takut berada satu atap dengan Jonghyun.

Tanpa menggubris Jonghyun dengan handuk yang menutupi rambut basahnya, Hyesoo kembali berjalan ke ruang makan. Sebelum Hyesoo jauh darinya, Jonghyun menahan tangan gadis itu agar berhenti sebentar.

Hyesoo menatap Jonghyun sinis, menunggu ia bicara.

“Tentang hari ini…” kata Jonghyun. “Maafkan aku.”

Never mind.” Hyesoo menarik tangannya lagi dan beranjak meninggalkan Jonghyun.

Ya!” Suara Jonghyun meninggi melihat tingkah kekanak-kanakan Hyesoo.

Hyesoo berbalik dan tidak mau kalah ikut berseru. “Wae tto?!”

Jonghyun menghela nafas berat, menenangkan dirinya sendiri. “Mau jalan-jalan?”

*

Sunyi. Itulah keadaan selama sepuluh menit terakhir mereka berjalan-jalan di pinggir pantai. Padahal Jonghyun berencana untuk membuat suasana lebih hangat, tapi justru membuat angin pantai semakin dingin menusuk.

“Aku ingin kembali ke villa sekarang,” kata Hyesoo memecahkan keheningan.

Jonghyun menahan tangan gadisnya sebelum ia kabur lagi. “Hyesoo-a.”

Hyesoo menatap Jonghyun. Ia tahu, kalau Jonghyun memanggil namanya itu artinya laki-laki ini ingin bicara serius. Jonghyun maju selangkah mendekati Hyesoo sontak membuat gadis itu melangkah mundur. Jonghyun berhenti.

“Masih marah padaku?” tanyanya pelan-pelan. Hyesoo menggeleng yakin. Jonghyun mendesah tidak sabar. “Lalu?”

“Aku tidak tahu… maksudku, tadi itu tidak semuanya salahmu. Aku lupa kau tidak suka panas dan aku justru mengajakmu ke pantai. Aku lupa kau pasti akan kehilangan dirimu kalau terlalu panas. Aku tidak tahu—” Hyesoo berhenti sejenak, kemudian melanjutkan. ”—aku tidak tahu siapa yang harus disalahkan sekarang.”

Jonghyun maju selangkah lagi dan kali ini Hyesoo tidak mundur. Dulu, ia sering ditertawai teman-temannya karena berpacaran dengan gadis yang jauh lebih muda. Mereka bilang, apa bagusnya pacaran dengan anak kecil. Tapi sekarang Jonghyun tahu kenapa ia terus menyukai Hyesoo sampai saat ini. Jonghyun menyeringai lalu mengacak rambut Hyesoo pelan. “So, my aeinie becomes mature now, huh?”

Mwo?!” seru Hyesoo kaget. “Ya! Kau masih menganggapku anak kecil, huh?!”

Jonghyun tertawa sambil melindungi dirinya sendiri dari pukulan-pukulan Hyesoo. “Ya, ya, berhenti! Kau mau kuanggap sebagai nenekku?!”

Hyesoo berhenti memukuli Jonghyun dengan mendengus lalu berjalan cepat menuju villa. Jonghyun mengejar Hyesoo tanpa bisa menghentikan tawa gelinya.

-Fin-

Friday, December 30, 2011

10.25 PM


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s