[songfic] Graze

Graze Poster

Author: Ai Lee
Cast(s): Lee Jinki (SHINee’s Onew), Kim Kibum (SHINee’s Key), Kim Jonghyun (SHINee’s Jonghyun), and A Girl
Rating: General
Genre: Fluff, Angst, Songfic
Length: Drabble
A/n: Drabble singkat dengan lagu Graze dari SHINee. Itu ada beberapa lirik di fanficnya. Mau sekalian dengerin pas baca malah lebih dapet feelnya! (menurut aku :D ). Happy reading ^^ Comments are love~ Tapi jangan tanya kenapa endingnya begtu. Bukan penggemar angst, jadi ga sanggup lanjutin haha..

Jinki merogoh ponselnya dari saku celana dan segera mengangkat telepon dari Kibum.

“Aku akan sampai setengah jam lagi. Bersabarlah,” ucap Jinki tanpa menunggu kata ‘halo’ dari Kibum.

“Yah, hyung, aku tidak peduli kau datang jam berapa. Tapi ada yang ingin kubicarakan sekarang,” omel Kibum.

Jinki mendecakkan lidahnya. Ia mendorong pintu masuk sebuah café lalu mengantri di depan kasir. “Baiklah. Tentang apa?”

“Kau masih menyukainya?” tanya Kibum tanpa basa-basi.

“Huh, Siapa?” Jinki balik bertanya. Kibum mendengus kesal karena merasa sedang dipermainkan saat ia bertanya dengan serius. Jinki terkekeh. “Yah, hanya bercanda. Mm, masih. Memangnya kenapa?”

Laki-laki berambut hitam pendek itu mengacungkan jari telunjuknya ke arah pelayan wanita sambil berbisik ‘moccacino’ padanya.

“Sebaiknya kau berhenti saja, hyung. Kudengar dia sudah pacara dengan murid fotografi tiga hari lalu,” jelas Kibum. Jinki mengerutkan dahinya, tidak mengerti perkataan Kibum. “Kau tidak tahu? Yah, apa kalian memang teman dekat, tapi bagaimana bisa hyung tidak tahu kalau ia berpacaran?”

Jinki hampir saja menjatuhkan cangkir kertas berisi moccacino panas di tangannya. Apa yang didengarnya pasti salah. Ia tidak pernah mendengar tentang gadis yang dibicarakan Kibum—gadis yang ia sukai—menyukai seseorang. Bagaimana bisa tiba-tiba Kibum mengatakan kalau gadis itu berpacaran?

You gave me, you gave me a heart break.

“Hyung? Hyung, kau masih disana?” tanya Kibum, menyadarkan Jinki dari lamunanya.

“Ah, oh, ya,” jawab Jinki setengah bergumam. Matanya tiba-tiba menangkap sesosok gadis diluar jendela café. Bersama lelaki yang Jinki yakin adalah pacarnya. “Kibum, aku akan meneleponmu nanti.”

Tanpa menunggu jawaban Kibum, Jinki segera menutup teleponnya dan berlari keluarcafé.

She is passing me by, getting further away. The girl that I liked so much.

Pandangan Jinki terpaku pada seorang gadis berambut cokelat tua panjang sedang berjalan melewati sebuah toko di seberang café yang baru saja ia datangi. Gadis itu menoleh dan Jinki merasa kalau ia juga menyadari keberadaannya. Jinki bermaksud ingin memanggil gadis itu, tapi ia kembali mengurungkan niatnya saat melihat siapa yang sedang bersamanya.

With her back turned, she looks back at me. This miserable feeling is like.

Seorang laki-laki dengan kaos hitam juga berjalan di sampingnya, sedang merangkul pinggang gadis itu. Entah apa yang dikatakan laki-laki itu, sang gadis langsung mengalihkan pandangannya dari Jinki. Mereka tertawa, terlihat sangat bahagia.

Is the man next to you better looking than me? Even the way you look is so different now.

Gadis itu menurunkan tangan kekasihnya dari pinggangnya, lalu memilih untuk bergandengan saja. Laki-laki itu menurut, ia tersenyum pada gadis di sebelahnya dan kembali melanjutkan perjalanan mereka.

She passes me by, tightly holding his hand.

Getting further away, wearing more makeup.

Jinki memegangi kepalanya sambil menatap gelas berisi winenya yang tinggal setengah. Ia meneguknya kembali sampai habis lalu mengisinya lagi. Ia tidak peduli kalau ia akan mabuk berat karena apa yang dilakukannya. Ia hanya ingin melarikan diri sejenak dari apa yang ia llihat tadi siang.

Ingatan tentang gadis itu kembali terulang. Jinki tidak pernah melihatnya secantik itu. Dengan rambut yang sengaja dibuat agak bergelombang, sangat cantik. Tapi ia sadar, gadis itu berdandan bukan untuknya. Tapi untuk laki-laki di sampingnya tadi. Ia meletakkan tangannya di dada. Mengingatnya saja membuat Jinki merasa dadanya sakit

Dengan malas Jinki mengangkat kepalanya ketika ponselnya bergetar di meja. 1 new message.

Jinki-yah, maaf tadi aku tidak menyapamu. Kibum bilang dia sudah memberitahumu ‘kan? Ya, dia pacarku! Sengaja tidak kuberitahu dulu padamu untuk kejutan, hehe.., Tapi kau malah tahu dari Kibum. Besok bisa bertemu? Aku akan mengenalkannya padamu ^^

There was never a time, since the beginning.

Untuk beberapa detik, Jinki merasa ia tidak bisa bernafas. Dadanya sesak dan tanpa ia sadari tangannya tidak sengaja menyenggol gelas winenya, hingga pecah saat terjatuh di lantai.

Apa selama ini yang Jinki lakukan kurang untuk menunjukkan kalau ia menyukai gadis itu? Karena itukah gadis itu tidak pernah menyadari Jinki, dan hanya menganggapnya sebagai teman baik?

Jinki menggenggam erat ponselnya lalu mengklik tanda ‘reply’ disana.

I was only ever a convenient friend.

Baiklah. Kita bertemu dimana?

– Fin –

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s