[drabble] Namsan Padlock

Namsan Padlock Poster

Title: Namsan Padlock
Author: Ai Lee
Cast(s): SHINee Jonghyun, Han Hye Soo (OC)
Length: Drabble [615 word]
Genre: Fluff
Rating: PG
Language: Indonesian
Disclaimer: I own the storyline, not the cast (except Han Hye Soo). Please, do not copy this fanfic. Thank you.
A/n: Another Dino’s drabble. Enjoy~

 

Jong Hyun senyum-senyum sendiri memandangi foto-foto Hye Soo yang sengaja ia ambil diam-diam, sementara Hye Soo tidak memandang ke arahnya Beberapa dari foto itu ekspresi Hye Soo terlihat tidak senang. Jong Hyun tahu kenapa, tapi ia tetap tidak bisa memenuhi permintaan Hye Soo untuk ikut menulis janji dan menggemboknya. Sebenarnya bukan tidak bisa. Lebih tepatnya, Jong Hyun tidak mau.

“Jjong-aaaah!”

Jong Hyun segera menoleh. Hye Soo baru dari toilet dan menghampiri Jong Hyun dengan wajah yang sudah terlihat sangat lelah.

“Ayo menulis di gembok!” rengek Hye Soo sambil menarik tangan Jong Hyun, memintanya berdiri.

“Yah! Kau meminta pergi ke Namsan Tower cuma untuk menulis di gembok?” Jong Hyun mengikuti langkah Hye Soo yang masih menariknya. Hye Soo menoleh, menatap Jong Hyun kesal.

“Bukan ke Namsan Tower namanya kalau tidak menulis di gembok!” balas Hye Soo tidak mau kalah.

Jong Hyun menahan tangannya. Ia berbalik dan sekarang menarik Hye Soo agar mengikutinya. “Kau tahu, tidak mudah mendapatkan izin mengajakmu pergi. Aku harus mengobrol lama dengan eommamu baru diperbolehkan. Dan kau mau menyia-nyiakan kesempatan ini hanya untuk menulis di gembok?”

Hye Soo memandangi Jong Hyun, tapi Jong Hyun justru memalingkan wajahnya. Tiba-tiba Hye Soo merasa bersalah. Seharusnya ia tidak bertingkah seperti anak kecil. Ia masih bisa menikmati pemandangan dari atas Namsan Tower. Hye Soo sadar, ini cuma karena ia iri dengan teman-temannya yang kebanyakan sudah pernah menulis gembok disana dengan pasangannya. Hingga ia lupa memikirkan keinginan Jong Hyun juga.

“Kau tahu kenapa aku tidak mau kita menulis gembok itu?” tanya Jong Hyun akhirnya, membalikkan badan dan memandang Hye Soo tepat di bola matanya. Hye Soo menggeleng. “Karena aku ingin kau lebih percaya padaku daripada sebuah gembok. Aku ingin kau percaya kalau kita akan bersama selamanya.”

Hye Soo tersontak ketika merasakan wajahnya memanas. Ia segera menunduk, tidak bisa lagi membalas kata-kata Jong Hyun.

“Ah, ada teleskop yang kosong!” seru Jong Hyun sambil mengajak Hye Soo untuk melihat pemandangan dari teleskop yang kebetulan sedang tidak dipakai. Hye Soo sendiri baru menyadari mereka sudah masuk ke Digital Observetory. Mungkin karena ia terlalu banyak melamun sampai tidak menyadari kemana Jong Hyun sudah membawanya.

“Matahari sudah hampir terbenam, pemandangannya jadi indah sekali,” gumam Jong Hyun dengan mata yang melihat keluar jendela besar melalu teleskop di depannya.

Kali ini ia tidak bisa berbohong kalau pemandangan kota Seoul yang dihiasi cahaya jingga benar-benar indah. Tiba-tiba Jong Hyun merasa ada sentuhan lembut di pipi kanannya. Jong Hyun memutar kepalanya dan benar saja ia mendapati Hye Soo dengan pipi yang memerah karena baru saja menciumnya.

“Maaf untuk yang tadi,” ucap Hye Soo tanpa berani melihat Jong Hyun. “Aku juga… ingin kau percaya padaku.”

Jong Hyun mengulum senyum melihat kelakuan kekasihnya itu. Ia mengacak pelan poni Hye Soo lalu merangkul gadis itu, mengajaknya untuk melihat pemandangan kota Seoul berdua.

Fin

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s